Jumat, 20 Desember 2019

BURUNG PERKICI TIMOR

Coba bahas parbeng asli Indonesia

#Perkici_Timor
#Olive_headed_Lorikeet
#Trichoglassus_euteles 
Oleh:Masykur Arwani AD 
Deskripsi

Berukuran sekitar 25 cm. Secara umum burung dewasa berwarna hijau, kepala kuning zaitun bersambung dengan warna hijau pada lingkar leher. Sayap bawah bergaris kuning. Paruh merah/jingga, mata merah. Remaja: kepala hijau zaitun, dada bercoret hijau tipis. Paruh dan mata cokelat.

Suara

Suitan serak yang panjang dan berulang-ulang, juga pekikan keras dan cepat.

http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=69673&simple=1

Persebaran dan Ras

Endemik Nusa Tenggara bagian tengah: Lomblen, Pantar, Alor, Timor, Wetar, Moa, Kisar, Leti, Luang, Babar, Romang, Damar dan Teun Nila.

Tempat Hidup dan Perilaku

Umum secara lokal. Menghuni tepi hutan, hutan sekunder, savana, semak dan lahan budidaya berpohon sedikit. Dapat ditemui dari permukaan laut sampai ketinggian 2300m (Timor). Memakan serbuk sari bunga, nektar, buah, biji, serangga beserta larvanya. Diluar musim berbiak, biasanya terlihat terbang berkelompok sampai 100 individu. Sangat mencolok dan berisik. Ketika mencari makan atau beristirahat sulit dideteksi.

Status dan konservasi

Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan
tertentu.
Perlindungan: –

Sumber HBW,Kutilang,XenoCanto,ibc etc

BURUNG_MADU SUMBA

#Burungmadu_Sumba
#Cinnyris_buettikoferi 
#Apricot_breasted_Sunbird
Oleh:Masykur Arwani AD 
Deskripsi :

Berukuran kecil (11 cm). 
Jantan : tubuh bagian atas hijau zaitun, tenggorokan biru metalik, tubuh bagian bawah kuning, bagian tengah dada berwarna jingga tua. 

Betina : tubuh bagian atas berwarna hijau pucat, tenggorokan dan dada bagian samping berwarna kuning keabu-abuan. Burung muda mirip dengan betina.

Suara :
Kerikan tajam metalik “si-si-si”, kadang-kadang “whiip” atau siulan nada ganda dengan nada pertama meninggi dan nada kedua menurun.

Penyebarab global :
Endemik P. Sumba.

Penyebaran lokal :
Umum di dataran rendah P. Sumba, NTB.

Kebiasaan :
Burung pemakan nektar yang sering mengunjungi kebun atau pohon berbunga. Burung jantan memiliki perilaku yang agresif dalam mempertahankan pohon teretorinya, mengusir dan menyerang pejantan lain yang datang. Hanya burung betina siap kawin yang diijinkan berkunjung dan mencari makan bersama di pohon berbunga yang menjadi teretorinya.

Suara alam

https://www.xeno-canto.org/species/Cinnyris-buettikoferi

Sumber:HBW,Kutilang,Burungnesia, pinterest,XenoCanto etc

BURUNG SIKATAN CACING

#SIKATAN_CACING
#HILL_BLUE_FLYCATCHER 
(#CYORNIS_BANYUMAS)
Oleh:Masykur Arwani AD 
Burung  Sikatan Cacing atau yang disebut dengan Tledekan Gunung di pasaran 
merupakan salah satu jenis burung kicau berukuran kecil dari keluarga #Muscicapidae dan Genus #Cyornis. Burung yang memiliki nama latin Cyornis banyumas atau Hill Blue-flycatcher ini dapat dijumpai di sekitar Pulau Kalimantan dan juga Pulau Jawa. 

Ciri khas kicauan burung Sikatan Cacing yaitu suaranya yang terdengar mendayu-dayu. Banyak orang yang menyukai burung ini karena warna bulunya yang menarik. Perbedaan antara burung Sikatan Cacing jantan dengan betina sangat mudah untuk diketahui. Namun dari segi kicauan Sikatan Cacing jantan dan betina sama-sama berkicau.

Ciri-ciri Sikatan Cacing, Hill Blue-flycatcher (Cyornis banyumas)

Cara membedakan kelamin Sikatan Cacing jantan dan betina
Sikatan Cacing termasuk burung berukuran kecil dengan panjang tubuh sekitar 14 sampai 15,5 cm dengan berat tubuh sekitar 14 samapi 17 gram. 

Perbedaan antara burung Sikatan Cacing jantan dengan betina sangat mudah untuk diketahui. Burung Sikatan Cacing jantan kombinasi warna biru atau coklat, jingga, dan putih untuk burung betina. Tubuh bagian atas burung jantan berwarna biru-tua; dengan kekang, daerah sekitar mata, pipi-depan, dan bintik pada dagu berwarna hitam, dahi dan alis-pendek berwarna biru-muda. Tenggorokan, dada, dan sisi tubuhnya berwarna jingga, sementara bagian perut berwarna putih. Sedangkan tubuh bagian atas burung betina berwarna coklat, dengan lingkar-mata kuning-tua; tubuh bagian bawahnya seperti burung jantan, dengan warna lebih pucat. Pada tubuh bagian atas burung muda yang berwarna coklat, terdapat bintik-bintik berwarna jingga dan kuning-tua. Iris coklat, paruh hitam, kaki coklat.

Sangat sulit dibedakan dengan jenis-jenis Sikatan lain yang memiliki pola warna kombinasi biru (jantan) atau coklat (betina) pada tubuh bagian atas; dan warna jingga dan putih pada tubuh bagian bawahnya. Beberapa ciri pembeda yang ada pada Sikatan cacing adalah: 1) tenggorokan berwarna jingga, 2) terdapat bintik-dagu berwarna hitam, 3) bagian tunggir tidak mengkilap.

Persebaran dan ras

Sikatan Cacing secara global tersebar luas yang terdiri dari delapan sub-spesies yang diakui, dengan pesebaran yang berbeda :

Kelompok #HILL_BLUE_FLYCATCHER

-Ras #whitei Harington, 1908 

Myanmar,China (Sichuan, Yunnan, Guizhou, Guangxi),Thailand,Laos dan Vietnam (Tonkin, Annam), juga India (Arunachal Pradesh); non-breeding di India dan Myanmar Barat.

-Ras #lekhakuni (Deignan, 1956): 

Daerah perbukitan di Thailand bagian selatan.

-Ras #deignani (Meyer de Schauensee, 1939): 

Thailand bagian tenggara.

-Ras  #coerulifrons (Stuart Baker, 1918): 

Thailand bagian selatan dan Semenanjung Malaysia bagian utara dan tengah.

Kelompok #JAVAN_BLUE_FLYCATCHER

-Ras #ligus (Deignan, 1947): 

Jawa bagian barat.

-Ras #banyumas (Horsfield, 1821): 

Jawa bagian tengah dan timur.

Kelompok #DAYAK_BLUE_FLYCATCHER

-Ras #montanus Robinson & Kinnear, 1928

Kalimantan

Habitat dan makanan 

Burung Sikatan Cacing dapat dijumpai di dataran rendah sampai ketinggian 1.300 mdpl. Mengunjungi daerah terbuka yang teduh pada tumbuhan bawah di hutan primer dan hutan sekunder pada semua ketinggian. Duduk diam, berburu dengan tenggeran rendah. Dapat hidup sendirian atau berpasangan sambil mencari makan berupa serangga, termasuk juga kecoa dan kumbang.

Musim kawin Sikatan Cacing

Sikatan Cacing tercatat dapat berkembang biak sepanjang tahun puncaknya sekitar bulan Maret-Juli. Sarang berbentuk cawan kecil yang tidak rapih terbuat dari bahan-bahan berserat halus yang diletakkan pada tanaman epifit dekat permukaan tanah. Telur dua atau tiga butir berwarna kuning tua kemerah-jambuan berkilat dan berbintik coklat kemerahan yang dierami sekitar 18 hari.

Sampel suara di alam liar 

https://www.xeno-canto.org/species/Cyornis-banyumas

Sumber:HBW, pinterest, Burungnesia,XenoCanto  etc

BURUNG JAWARA HILANG DI PESAWAT

BURUNG KACER SEHARGA 150 JUTA HILANG DI BAGASI PESAWAT GARUDA
Seorang penumpang Garuda dari Jakarta ke Pontianak, Kalimantan Barat, Rendy Lesmana, mengaku kehilangan seekor burung kicau berjenis kacer seharga Rp 150 juta yang disimpan di bagasi pesawat.

Burung itu, merupakan salah satu burung kicau yang dibawa Rendy ke Jakarta dari Pontianak, untuk mengikuti kontes kicau mania, Kamis (12/12/2019) pekan lalu.

Rendy terbang dari Jakarta ke Pontianak, Selasa (17/12/2019) kemarin, dengan membawa 8 ekor burung yang terdiri dari 3 jenis burung, murai 3 ekor, kacer 2 ekor, dan burung love bird 3 ekor.

Baca juga: Mobil Mewah yang Diamankan Polda Jatim Bermasalah, Rp 3,2 Miliar Pemasukan Negara Terancam Hilang

"Pesawatnya pukul 18.15 WIB. Sampai di Pontianak sekitar pukul 20.00 WIB, dan langsung menuju antrean bagasi," kata Rendy, Kamis (19/12/2019).

Namun, setelah semua sangkar diperiksa satu per satu, burung kacer sudah tidak ada. Kondisi bagian atas sangkar juga rusak dan masih berbungkus kain.

Menurut Rendy, dia telah mengikuti semua prosedur untuk membawa burungnya dengan penerbangan maskapai Garuda.

"Kami tidak mau burung ini stres, burung ini untuk kontes tingkat nasional, enggak mungkin kami gunakan kargo, karena kami jaga stamina dan kondisi burung, jangan sampai stres," ujarnya.

Dia menyebut, ke delapan burung itu menggunakan 6 (enam) sangkar. Total pembayaran mencapai Rp 3,5 juta.

Rendy mengaku burung yang sudah dipeliharanya hampir 4 tahun itu telah ditawar oleh seseorang dengan harga Rp 150 juta.

Namun tidak dia jual, karena itu burung kesayangan dan sarat prestasi.

"Kalau kerugian ini tidak bisa dinominalkan, karena ini burung kesayangan, berprestasi lagi," ucap dia.

Rendy menegaskan, akan terus mengejar kepastian dari pihak Garuda untuk mengungkap kehilangan burungnya tersebut.

"Saya hari ini berencana ke Jakarta, untuk melapor di Polres kawasan Bandara Soekarno Hatta dan manajemen Garuda di sana," tutup dia.

Sumber :Kompas,Tribun
Penulis: Kontributor Pontianak, Hendra Cipta | Editor: Robertus Belarminus

https://youtu.be/SVCJwRu6S2k

#burung_hilang #kacer #kucica_kampung

BURUNG SIKATAN RIMBA DADA COKLAT

#BURUNG_SIKATAN_DI_INDONESIA

#SIKATAN_RIMBA_DADA_COKLAT 
#Cyornis_olivaceus 
#Fulvous_chested_Jungle_Flycatcher
Oleh:Masykur Arwani AD 
Deskripsi:

Berukuran sedang (15 cm), berwarna kecoklatan. Tubuh bagian atas coklat keabuan, tersapu merah 
karat pada tungging dan ekor. 
Dagu dan tenggorokan keputih-putihan, garis tebal melintang pada dada berwarna 
kuning kecoklatan (bukan kelabu), perut dan ekor bawah keputih-putihan. 
Iris coklat, paruh hitam, kaki merah muda. 

Suara:

Dengungan yang memanjang, nada konstan per detik, diselingi dengan nyanyian yang terburu-buru. 
Frase nyanyian terdiri dari tujuh sampai sembilan nada dengan nada yang berbeda. Setiap frase memakan waktu 
sekitar 1,5 detik, khas nyanyian sikatan. 

Penyebaran global: 

Semenanjung Malaysia dan Sunda Besar. 

Penyebaran lokal dan status: 

Di Jawa, Bali, dan Sumatera (termasuk Belitung), agak jarang di dataran rendah sampai ketinggian 1.200 m. Ditemukan hanya secara lokal di Kep. Natuna, Banggi, dan Belambangan (Kalimantan bagian utara). 

Kebiasaan: 

Mengunjungi pinggir hutan, hutan sekunder, dan perkebunan. Tinggal pada tajuk bawah. Berburu 
sendirian di antara dedaunan, terbang mengejar serangga. 

Subspecies dan distribusi

Ras #olivaceus (A. O. Hume, 1877)
 Persebarannya meliputi Myanmar (Tenasserim Selatan),Thailand Selatan, Sumatra, Belitung,Natuna Utara, Jawa, Bali dan Kalimantan Utara.

Ras #perolivaceus (Chasen & Kloss, 1929) Persebarannya terbatas di Pulau Balambangan dan Pulau Banggi, Kalimantan Utara.

Contoh suara di alam

https://www.xeno-canto.org/species/Cyornis-olivaceus

Sumber:HBW,Fieldguide burung,XenoCanto etc

BURUNG SIKATAN BAKUNG

Masih membahas seputar #Sikatan_di_Indonesia nih.Kali ini yang berasal dari daerah Timor.Cekidot... 

#Sikatan_Bakung
#Timor_Blue_Flycatcher
#Cyornis_Hyacinthinus
Oleh: Masykur Arwani AD

Terdapat 2 Subspesies/Ras dan persebarannya meliputi: 

Ras #kuehni 
Persebaran meliputi daerah Wetar

Ras #hyacinthinus 
Persebaran meliputi Timor, Roti dan Semau, di Sunda Kecil. 

Burung jenis Sikatan dari keluarga #muscicapidae berukuran sedang kisaran 16 cm.Burung jantan memiliki warna biru pucat di dahi bagian atas memanjang hingga lebih dari mata, biru tua atau mahkota biru tua dan bagian atas, termasuk sayap atas. 

Mempunyai habitat di Hutan hujan primer dan sekunder dan hutan, termasuk hutan dan perkebunan terdegradasi.

Makanan utama serangga termasuk invertebrata kecil, terutama lalat (Diptera). 

Pola Pembiakan
Betina mengumpulkan material sarang dan membangun sarang di lubang pohon gugur pada bulan September, membawa makanan di bulan Desember, dan remaja terlihat di bulan Februari. 

Status dan konservasi
Tidak terancam secara global (Least Concern/LC). Spesies dengan persebaran terbatas di Timor dan Wetar.

Suara di alam

https://www.xeno-canto.org/species/Cyornis-hyacinthinus

Sumber HBW Alive, Youtube.com,Wikipedia.org, Twitter.com, XenoCanto etc

BURUNG SIKATAN EMAS

Seri #sikatan_migran

#Sikatan_emas
#yellow_rumped_Flycatcher 
(#Ficedula_zanthopygia) 
Oleh:Masykur Arwani AD 
Sikatan emas (bahasa Latin: Ficedula zanthopygia) adalah spesies burung dari keluarga #Muscicapidae, dari genus Sebelumnya dianggap sama dengan Ficedula narcissina.

Burung ini merupakan jenis burung pemakan serangga dan memiliki habitat di semak dan pepohonan.

Tersebar sampai ketinggian 900 m dpl. Banyak yang belum mengenal burung berbulu indah dengan suara merdunya ini dikarenakan burung ini sering berpindah tempat,berimigrasi pada saat musim dingin.

Sikatan emas memiliki tubuh berukuran kecil (sekitar 13 cm).

Burung jantan: tunggir, tenggorokan, dada, dan perut atas kuning. Perut bawah dan penutup ekor bawah putih. Bagian lain hitam, kecuali alis dan garis sayap putih.

Burung betina: Tubuh bagian atas coklat buram. Tubuh bagian bawah lebih pucat. Tunggir kuning buram. Iris coklat, paruh hitam, kaki hitam. Bersembunyi di dalam tajuk pohon.Di Negara Asia Timur sering disebut peri hutan,dikarenakan lebih sering terdengar daripada terlihat.

Berbiak: Asia timur laut(Transbaikalia dan Mongolia  ke Rusia (Amurland,Ussuriland),China (Sichuan) dan Korea.

Migran:Asia Tenggara,Semenanjung Malaya,Sumatra dan Jawa(non breeding)

Referensi 
bio.undip.ac.id
^ BirdLife International (2012). "Ficedula zanthopygia". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.1. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 16 July 2012.
^ Hay, Arthur (1845). "[untitled]". Madras Journal of Literature & Science. 13 (2): 162.
Scilab128.png  

Sumber:Wiki,HBW,pinterest etc