Jumat, 20 Desember 2019

BURUNG KAPASAN KEMIRI

#Kapasan_Kemiri/#Pied_Triller(#Lalage_nigra)

Kapasan kemiri (bahasa Latin: Lalage nigra) adalah spesies burung dari keluarga #Campephagidae, dari genus #Lalage. Burung ini merupakan jenis burung pemakan serangga yang memiliki habitat di lahan pertanian, dataran rendah terbuka, hutan sekunder, hutan mangrove.
Tersebar sampai pada ketinggian 1.000 mdpl.

Ciri-ciri 

Kapasan kemiri memiliki tubuh berukuran kecil (16 cm). Berwarna hitam dan putih. Mirip Kapasan sayap-putih, namun badannya sedikit lebih lecil. Alis lebih lebar, setrip mata hitam. Warna putih pada sayap lebih banyak (tergantung sub spesies). Tunggir abu-abu. Tubuh bawah putih.

Burung jantan: tubuh bagian atas hitam.

Burung betina: lebih berwarna coklat, seluruh dada bergaris hitam. Iris coklat, paruh abu-abu dan ujung hitam, kaki hitam. Agak pemalu, sering bersembunyi di kerimbunan. Mencari serangga di antara dedaunan pohon. Terbang dari pohon ke pohon dengan menggelombang perlahan. Kadang turun ke tanah. Hidup sendiri, berpasangan, atau dalam kelompok kecil.

Sarang berbentuk cawan dangkal dari akar-akar halus dan bahan lain, pada pohon berdaun kecil dekat permukaan tanah. Telur berbintik coklat, jumlah 2 butir. Berbiak bulan Februari-Juli.

Persebaran 

Persebarannya meliputi Semenanjung Malaysia, Filipina, Sunda Besar.
Sumatra, Kalimantan, Jawa (Barat-Tengah).
Referensi

-bio.undip.ac.id
- BirdLife International (2012). "Lalage nigra". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.1. International Union for Conservation of Nature.
-Romy Ocon video
-wikipedia

BURUNG SIKATAN NARSIS

#Sikatan_Narsis
#Narcissus_Flycatcher
(#Ficedula_narcissina)

Burung Sikatan berukuran kecil antara 13-13,5 cm., berwarna kuning, putih, dan hitam (jantan) atau coklat (betina). 

Jantan: tunggir, tenggorokan, dada, dan perut atas kuning; perut bawah dan penutup ekor bawah putih. Bagian lain hitam, kecuali alis dan garis-sayap yang putih. 

Betina: tubuh bagian atas coklat-buram, tubuh bagian bawah berwarna lebih pucat, tunggir kuning-buram. 

Perbedaannya dengan jantan dan betina Sikatan narsis: alis putih, punggung jantan lebih hitam, dan tunggir betina kuning. Iris coklat, paruh dan kaki hitam. Burung ini termasuk jenis burung migran di Negara Indonesia.

Berbiak di Transbaikalia bagian timur dan Mongolia bagian timur ke timur sampai Rusia bagian tenggara (Amurland selatan, Ussuriland selatan), ke selatan sampai Cina bagian tengah dan timur, dan Korea, dan secara sporadis sampai Jepang bagian barat; saat musim dingin bermigrasi ke selatan sampai Cina selatan, Asia tenggara, dan Sunda Besar. Pengunjung musim dingin yang tidak umum, sampai ketinggian 900 mdpl.

Dari berbagai sumber.
-wikipedia
-Hbw alive
-youtube 
-etc

BURUNG CIPOH KACAT

#Cipoh_kacat 
#Common_iora
#Aegithina_tiphia

Cipoh kacat (Aegithina tiphia) adalah burung pengicau kecil yang ditemukan di Anakbenua India dengan populasi yang menunjukkan variasi bulu, beberapa di antaranya dianggap subspesies. Cipoh kacat ditemui di semak-semak, mudah ditemukan berdasarkan siulannya yang lantang dan warnanya yang terang. Selama masa perkawinan, burung jantan pamer dengan mengembangkan bulu-bulunya dan berputar di udara sehingga tampak seperti bola hijau, hitam, kuning dan putih.

Cipoh kacat memiliki nama-nama seperti burung kunyit kecil, cipo, cito, cipeuw, sirpu, sirtu, cipoh, (Indonesia),[3][4] dan kΔ›lichap kunyΓ©t.[2]

Deskripsi

Keluarga burung Cipoh-cipohan (#Aegithinidae) memiliki paruh yang menonjol dengan kekang yang tegak. Cipoh kacat termasuk spesies yang tergolong dalam dimorfisme seksual, cipoh jantan pada musim kawin memilki garis hitam dan tambahan pada punggung pada sayap dan ekor kehitaman di semua musim. Sedangkan, burung betina memilki sayap hijau dan ekor hijau zaitun. Bagian bawah keduanya berwarna kuning dengan batas putih pada sayap burung jantan yang sebagian besar umum pada bulu pada masa perkawinan. Sedangkan bulu si jantan memilki distribusi warna hitam yang sangat bervariasi pada bagian atas yang bisa saja dianggap sebagai cipoh jantung, namun ciri pembeda antara keduanya berupa ekor yang berujung putih.[5] 

Subspesies #tiphia ditemukan di Himalaya dan burung jantan kelihatan serupa dengan betinanya atau memilki sejumlah kecil di bagian mahkota. 

Di barat laut India, subspesies #septentrionalis memilki warna kuning yang lebih terang dan ditemukan di utara dataran India. 

Jantan dari subspesies #humei memiliki bulu hitam pada topi dan hijau zaitun pada mantel atas. 

Di tenggara India dan Sri Lanka #multicolor, burung jantan memiliki topi dan mantel hitam. Bentuk lain yang terdapat di India yang menjadi perantara antara lain multicolor dan humei dengan warna yang agak hijau-abu-abu pada pantat (yang dahulu dianggap subspesies #deignani tapi kini digunakan untuk populasi di Burma).[5][6][7][8]

Beberapa populasi lain melewati Asia Tenggara yang dianggap subspesies adalah #philipi di selatan China dan utara Thailand/Laos, deignani di Myanmar, #horizoptera di selatan Myanmar dan gugusan pulau di Sumatra, #cambodiana di Kamboja, aeqanimis di Palawan dan Kalimantan Utara, #viridis di Kalimantan dan #scapularis di Jawa dan Bali.[9][10]

Persebaran & habitat 

Cipoh kacat ditemukan dari Persia, India, Annam, negara-negara Indochina, Malaysia, hingga Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Filipina.[2] Ditemukan pula di Pulau Bali.[11]

Cipoh Kacat memiliki habitat yang sangat fleksibel. Tinggal di habitat seperti di hutan sekunder, perkebunan, padang terbuka, hingga hutan mangrove di tepi pantai.[3] 

Di Indonesia, cipoh kacat berada di tepian hutan, menyenangi hutan yang tidak terlalu lebat, dan biasanya bersarang di pinggiran hutan pada cabang-cabang pohon-pohon yang rendah.[4] Sering pula ditemukan di kebun-kebun miik rakyat, semak-semak, dan ladang anggrek. Ditemukan di bukit-bukit hingga pada ketinggian 1500-2000 mdpl.[2]

Perilaku dan ekologi

Cipoh Kacat berkumpul di semak-semak, seraya berkumpul di dahan tumbuhan untuk mendapat serangga, telur serangga, biji-bijian, dan nektar bunga.[4][11] Kadang berkumpul dengan kawanan spesies untuk mencari makan. Panggilannya bercampur-campur menghasilkan bunyi churrs, berkicau dan bersiul, dan nyanyian berupa getaran panjang wheeeee-tee yang mengalun.[3] Mereka kadang-kadang menirukan panggilan burung-burung lain seperti Srigunting[12] dan burung-burung di genus Pycnonotus.[2]

Selama musim kawin, terutama setelah monsun atau Maret-Juni di musim hujan,[4] burung jantan akan melakukan peragaan percumbuan yang akrobatis, terbang ke udara menegakkan bulu-bulunya, terutama pada pantatnya yang hijau pucat, kemudian berputar balik ke sarangnya. Sewaktu mendarat, dia mengembangkan ekornya dan menurunkan sayapnya.[6] Dua dari empat telurnya diletakkan dalam sarang kecil dan kompak, dan berbentuk seperti cawan yang terbuat dari rerumputan dan diikat dengan jaringan tongkol dan diletakkan pada ujung percabangan. Sarang mereka diletakkan 2-25 kaki dari tanah. Berukuran sekitar 2,5 inci dengan kedalaman 20 inci. Telurnya bermacam-macam warna, putih, merah jambu, abu-abu, berbintik/berbercak merah, dan di Jawa, setiap kali bertelur, hanya menghasilkan 2-3 butir saja.[2][4] Baik jantan dan betina mengerami[13] dan telur menetas setelah 14 hari kemudian. Adapun, yang menjadi predator dalam sarang tersebut termasuk ular, kadal, gagak, dan bubut besar.[14] Sarangnya juga kemungkinan diparasiti secara indukan oleh Wiwik Lurik.[15]

Cipoh menggugurkan bulunya dua kali dalam setahun dan variasi bulu membuat mereka agak berpengaruh pada bulu berdasarkan pemisahan populasi.[15] Ketika mabung/menggugurkan bulu, fisiknya menjadi drop dan rentan terhadap penyakit dan malah, dia akan berhenti berkicau.[4]

Status

Cipeuw memiliki persebaran yang agak lebar sehingga diyakini spesies ini tidak Hampir Terancam (NT). Populasi cipoh kacat tidaklah diketahui tren populasinya. Jumlah populasinya -baik yang berkembangbiak maupun yang menetap, berjumlah 6.300.000 km2.[17]

Referensi

^ Butchart, S. & Symes, A. (2013). "Aegithina tiphia". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.1. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 14 Juli 2013.
^ a b c d e f Robinson, Herbert C. (1927). Birds of Malay Peninsula (PDF). 1. London: H.F. & G. Witherby. hlm. 414-415.
^ a b c d Turut, Rusli (2011). Memelihara 42 Burung Ocehan Populer. Jakarta: Penebar Swadaya. hlm. 62–63. ISBN 978-979-002-442-7.
^ a b c d e f g Hermawan, Rudi. Rahasia Sukses Mencetak Juara 50 Jenis Burung Kicau. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. hlm. 71–72 & 178–179. ISBN 602-99884-8-4.
^ a b Rasmussen, P.C.; Anderton, J.C. (2005). Birds of South Asia: The Ripley Guide. 2. Smithsonian Institution & Lynx Edicions. hlm. 344–346.
^ a b Baker, E.C.S. (1922). Fauna of British India:Birds. 1 (edisi ke-2). London: Taylor and Francis. hlm. 339–343.
^ Wells, D.R.,; Dickinson, E.C.; Dekker, R.W.R.J. (2003). "Systematic notes on Asian birds. 34. A preliminary review of the Aegithinidae". Zool. Verh. Leiden. 344: 7–15.
^ Dickinson, E.C.; Dekker, R.W.R.J.; Eck, S. Somadikarta, S. (2003). "Systematic notes on Asian birds. 35. Types of the Aegithinidae" (PDF). Zool. Verh. Leiden. 344: 17–24.
^ Ernst Mayr & James Greenway, ed. (1960). Check-list of the birds of the world. 9. Massachusetts: Museum of Comparative Zoology. hlm. 300–302.
^ Marien, D (1952). "The systematics of Aegithina nigrolutea and Aegithina tiphia (Aves, Irenidae)". Am. Mus. Novit. 1589: 1–17. hdl:2246/4066.
^ a b "Cipoh kacat". SBW. Diakses tanggal 14 Juli 2013.
^ Bharos, A. M. K. (1998). "Mimicry by common Iora Aegithina tiphia". J. Bombay Nat. Hist. Soc. 95 (1): 116.
^ Wesley, H. Daniel (1984). "Frequency and duration of incubation of the eggs for Aegithina tiphia". J. Bombay Nat. Hist. Soc. 81 (1): 193–195.
^ Ali,S (1931). "Casualties among the eggs and young of small birds". J. Bombay Nat. Hist. Soc. 34 (4): 1062–1067.
^ a b Ali, S; Ripley, S.D. (1996). Handbook of the Birds of India and Pakistan. 6 (edisi ke-2). Oxford University Press. hlm. 47–54.
^ de Mello, I. (1935). "New hΓ¦moproteids of some Indian birds". Proceedings: Plant Sciences. 2 (5): 469–475. doi:10.1007/BF03053034.
^ "Common Iora Aegithina tiphia". Special factsheet. BirdLife International. Diakses tanggal 14 Juli 2013.
Bacaan lanjutan Sunting
Hall, BP (1957). The taxonomic importance of variation in non-breeding plumage in Aegithina tiphia and A. nigrolutea. Ibis 99:143-156.

BURUNG KUCICA KAMPUNG

#Kucica_kampung/Oriental Magpie Robin (Copsychus saularis) adalah burung pengicau kecil yang sebelumnya dikelompokkan sebagai anggota keluarga Turdidae (murai), tetapi kini dianggap sebaagi anggota Muscicapidae. Burung ini berwarna hitam dan putih dengan ekor yang panjang. Ekornya terangkat ke atas jika mereka sedang mencari makanan di tanah atau kadang ketika sedang bertengger. Burung ini banyak ditemukan di daerah Asia Selatan dan Asia tenggara. Di Indonesia burung ini mulai langka karena penangkapan yang berlebihan untuk dipelihara.

Nama Lain dari Kucica Kampung adalah #kacer, Burung ini suka menjelajah di berbagai lingkungan yang kecepatan terbangnya bisa mengungguli kerabatnya murai batu. bahkan dari burung berbulu hitam,berekor panjang seperti lidi. Burung kacer banyak mendiami dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Bahkan tidak jarang ada yang terlihat di perumahan penduduk.

Di Jawa tengah dan Jawa timur, burung bertubuh gempal ini di kenal dengan sebutan srintil. Burung kacer terbilang sangat aktif mencari makan. Mulai dari pohon kelapa, randu, pisang atau ranting pohon kering burung ini terlihat sendiri akan tetapi akan selalu bersama pasanganya pada saat musim kawin.

Sampai saat ini dianggap sama dengan C. mindanensis (lihat spesies itu). Ras jatuh ke dalam "kelompok saularis " (dengan ceylonensis , andamanensis dan musicus ; perut putih, ekor putih) dan "kelompok amoenus " (ras yang tersisa; perut hitam, ekor putih, ekor putih, dengan beberapa pengecualian); yang terakhir sangat berbeda berdasarkan pada satu perbedaan karakter utama, membentuk (di tempat-tempat yang cukup sempit) zona hibrida dengan musikus secara diagonal melintasi C Jawa dan dalam garis N-S dari W Sabah ke Banjarmasin, Kalimantan ( musikus dinilai sebagai penyerang yang relatif baru terus-menerus membanjiri bentuk perut hitam ); penelitian lebih lanjut tentang status taksonomi kelompok amoenus diperlukan, tetapi ada beberapa bukti diferensiasi genetik . Dijelaskan ras problematicus dari Kalimantan adalah intergrade antara musicus dan pluto . Beberapa ras bernama lainnya tidak terdiferensiasi dengan baik atau bagian dari variasi clinal, atau berdasarkan ukuran sampel yang sangat kecil: erimelas (NE India E ke Indochina, dan SW Guangxi, di Cina) dan prosthopellus (Cina dan Hainan) disinonimkan dengan nominasi, dan zacnecus (Simeulue I), nesiarchus (Nias I), masculus (Batu Is), pagiensis (Mentawai) dan javensis (Jawa Barat) dengan musicus . Tujuh subspesies dikenali.

Subspesies dan Distribusi

C. s. saularis (Linnaeus, 1758) - Oriental Magpie-robin - NE Pakistan dan India E ke S & E Cina (S dari S Shaanxi dan S Jiangsu, termasuk Hainan), S ke Thailand dan Indocina.
C. s. ceylonensis PL Sclater, 1861 - S India (S dari R Cauvery) dan Sri Lanka.
C. s. andamanensis AO Hume, 1874 - Andaman Is.
C. s. musicus (Raffles, 1822) - N Tenasserim, S Thailand, dan Semenanjung Malaysia S ke Sumatra (termasuk pulau Simeulue, Nias, Batu, Siberut, Sipura, N Pagai, Belitung, Bangka), Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.
C. s. amoenus (Horsfield, 1821) - Black Magpie-robin - E Java dan Bali.
C. s. pluto Bonaparte, 1850 - N, E & SE Borneo dan Maratua I.
C. s. adamsi Elliot, 1890 - ekstrim N pesisir Kalimantan dan pulau-pulau yang berdekatan.

Referensi
^ BirdLife International (2004). Copsychus saularis. 2006 IUCN Red List of Threatened Species. IUCN 2006. Diakses 12 May 2006.
Wikipedia 
HBW Alive 
Laman FB for video

Mari lestarikan burung2 Indonesia

BURUNG WHITE BELLBIRD(PROCNIAS ALBUS)

UNIK, SUARA PANGGILAN KAWIN BURUNG INI LEBIH NYARING DARI PESAWAT

Seekor burung telah memecah rekor dunia berkat suara panggilan kawin yang sangat nyaring. Ia adalah #White_Bellbird(Procnias albus)  yang hidup di hutan hujan pegunungan terpencil Amazon, Brasil Utara.

Menurut peneliti, nyanyian kawinnya ini lebih berisik ketimbang suara pesawat yang lepas landas. Ini terbilang unik, mengingat berat badan burung ini hanya seperempat kilogram.

Untuk menemukan burung ini, para peneliti harus masuk ke dalam hutan pegunungan. Sesampainya di tempat tujuan, mereka kemudian merekam nyanyian perkawinan dari dua spesies burung contingas, yakni bellbird putih dan piha yang sebelumnya memegang rekor sebagai burung dengan panggilan paling keras.

Tatkala burung piha bernyanyi, suaranya mencapai 116.1 desibel (dB), sedangkan bellbird putih memiliki suara yang lebih tinggi dengan capaian hingga 124.5 dB. Suara ini lebih nyaring ketimbang suara pesawat yang lepas landas.

Peneliti juga mempelajari ihwal nyanyian yang dikeluarkan oleh kedua hewan ini. Hasilnya, burung piha hanya membawa satu jenis nyanyian, sedangkan bellbird putih membawakan dua jenis nyanyian, yang satu di antaranya lebih sering dikeluarkan.

Selain itu, ilmuwan juga mengamati kedua burung itu bernyanyi dalam berbagai skenario, termasuk ketika mereka mendekati betina. Tanpa diduga, bellbird putih jantan bernyanyi sangat nyaring ketika mereka bertengger dan berdekatan dengan betina. Padahal, lazimnya hewan akan berteriak keras ketika mereka saling berjauhan.

@kashmiragander
"The songs seem to startle the females, which seems like the opposite of what the males would want to do" - professor Jeff Podos, @UMass https://www.newsweek.com/tiny-amazonian-birds-record-breaking-mating-call-louder-plane-taking-off-1466235 …

Tiny Amazonian bird's record-breaking mating call is louder than a plane taking off
The male bird "dramatically" swivels his body while performing his song.

newsweek.com

Dalam penjelasan para peneliti di jurnal Current Biology, setelah cukup lama bernyanyi, si jantan secara dramatis akan memutar tubuhnya untuk menghadap calon pasangannya. Sedangkan si betina akan menjauh saat atau sebelum sang jantan bersuara, kendati dalam jarak yang relatif dekat, sekitar 4 meter.

“Lagu-lagu itu tampaknya mengagetkan para betina, yang tampaknya kebalikan dari apa yang ingin dilakukan burung jantan,” ujar Jeff Podos, rekan penulis studi yang juga seorang pakar perilaku vertebrata dari University of Massachusetts, kepada Newsweek.

Menurut peneliti, tidak ada spesies lain di Bumi yang memiliki suara senyaring bellbird putih, yang meneriakkan nyanyian itu di dekat penerimanya. Para betina mungkin harus menyesuaikan kebutuhan untuk mendengar lagu-lagu dari burung jantan guna melindungi pendengarannya.

Kendati begitu, Podos mengatakan bahwa masih banyak hal yang belum diketahui tentang bellbird putih ini. “Masih banyak yang tidak kita ketahui. Seperti bagaimana burung-burung ini bernyanyi begitu keras? Berapa banyak mereka mengubah cara bernyanyi yang tergantung pada konteksnya? Bagaimana lagu burung-burung ini dibandingkan dengan burung lain?” sebut Podos.

Kumparan
HBW Alive 
Etc

BURUNG SIKATAN ZAPPEYS

Salah satu dari 6 burung yang masuk dalam list burung baru di Indonesia 2019
(Penambahan dari 1771 species menjadi 1777 spesies) 

#sikatan_zappeys
#zappeys_flycatcher
#cyanoptila_cumatilis 
#video_sikatan_zappeys

Termasuk family #muscicapidae dari Genus #cyanoptila
Pada awalnya dianggap subspesies dari Sikatan Biru Putih(Cyanoptila Cyanomelana),tetapi berbeda dalam pirus berwarna gelap dengan tenggorokan dan dada yang semuanya kehitaman. 

Sikatan Zappeys jantan warna dadanya ke biru-biru dan bagian atas, wajah biru kehitaman, dan garis kehitaman yang memisahkan dada gelap dari perut putih.Warna hitam di dada sedikit pudar, tidak se gelap punya Sikatan Biru Putih. 

Berukuran 16-17cm, bobot sekitar 25 gram.

Suaranya melengking yang keras dan sederhana cenderung monoton.

Dialam liar terpantau memakan invertebrata & buah2an kecil

BURUNG SIKATAN BODOH

Stupid Flycatcher 😱😱😱
Nama yang aneh 😁😁😁
Entah siapa dulu yang pertama kali menamakannya. 

Burung dengan nama resmi #Sikatan_Bodoh ini masuk ke dalam Family #Muscicapidae dengan Genus #Ficedula.

Mempunyai nama ilmiah #Ficedula_Hyperythra dan penamaan linggisnya #Snowy_Browed_Flycatcher(terjemahan "bodohnya" dari mana ya 😁)

Burung iniberukuran kecil antara 11–13 cm dengan berat  6–12 gram.

Habitat alaminya adalah hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis dan hutan pegunungan lembab subtropis atau tropis.hutan berdaun lebar primer yang lembab atau berlumut, atau yang mendukung daerah lembab, rumpun bambu dan jurang.

Musim berbiak bulan Maret – Oktober
Sarang dibangun burung jantan dan betina,berbentuk cangkir yang tidak rapi atau oval dengan pintu masuk samping, terbuat dari lumut, serat dan bulu tanaman halus.

Dapat ditemukan di Bangladesh, Bhutan, Kamboja, 
Cina, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanma,Nepal, Filipina, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Pemakan invertebrata kecil dan larva, termasuk lalat dipteran, laba-laba (Araneae), juga cacing tanah kecil.

Terdiri dari 13 subspesies/ras,10 ras diantaranya bisa ditemukan di indonesia.Rinciannya sebagai berikut:

1.Ras  #sumatrana 

Persebarannya meliputi  Semenanjung Melayu,dataran tinggi Sumatera Barat dan Kalimantan Utara.

2.Ras  #vulcani 

Persebarannya meliputi  Jawa, Bali, dan Sunda Kecil (Lombok, Sumbawa, Flores).

3.Ras #annalisa 

Persebarannya terbatas hanya di Sulawesi Utara.

4.Ras #jugosae 

Persebarannya meliputi  Sulawesi, termasuk pulau Sula (Taliabu) dan Peleng .

5.Ras #pallidipectus 

Persebarannya meliputi  Bacan, Halmahera Barat Daya, di Maluku.

6. Ras #alifura  

Persebarannya terbatas hanya di Pulau Buru (Maluku Selatan).

7. Ras #negroides  

Persebarannya terbatas hanya di Pulau Seram (Maluku Selatan).

8.Ras #clarae  

Persebarannya meliputi  Timor dan Wetar.

9.Ras #audacis 

Persebarannya terbatas hanya di pulau Babar (Timor).

10.Ras #mjobergi

Persebarannya terbatas hanya di Kalimantan Selatan.

11.Ras #innexa 

Persebarannya di Taiwan.

12.Ras #annamensis 

Persebarannya di Langbian,Vietnam.

13.Ras #hyperythra 

Persebarannya terluas meliputi 
Himalaya,India (Assam, Arunachal Pradesh, Nagaland, Meghalaya, Manipur, Mizoram), Myanmar,Tiongkok (Xizang, Sichuan, Yunnan, Guangxi, Guangdong , Hainan),Thailand Utara  dan Indochina; musim dingin di ketinggian yang lebih rendah, ke Bangladesh dan Myanmar.

Status dan konservasi LC

Tidak terancam secara global (Least Concern).

Stupid Flycatcher 😱😱😱
Nama yang aneh 😁😁😁
Entah siapa dulu yang pertama kali menamakannya. 

Burung dengan nama resmi #Sikatan_Bodoh ini masuk ke dalam Family #Muscicapidae dengan Genus #Ficedula.

Mempunyai nama ilmiah #Ficedula_Hyperythra dan penamaan linggisnya #Snowy_Browed_Flycatcher(terjemahan "bodohnya" dari mana ya 😁)

Burung iniberukuran kecil antara 11–13 cm dengan berat  6–12 gram.

Habitat alaminya adalah hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis dan hutan pegunungan lembab subtropis atau tropis.hutan berdaun lebar primer yang lembab atau berlumut, atau yang mendukung daerah lembab, rumpun bambu dan jurang.

Musim berbiak bulan Maret – Oktober
Sarang dibangun burung jantan dan betina,berbentuk cangkir yang tidak rapi atau oval dengan pintu masuk samping, terbuat dari lumut, serat dan bulu tanaman halus.

Dapat ditemukan di Bangladesh, Bhutan, Kamboja, 
Cina, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanma,Nepal, Filipina, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Pemakan invertebrata kecil dan larva, termasuk lalat dipteran, laba-laba (Araneae), juga cacing tanah kecil.

Terdiri dari 13 subspesies/ras,10 ras diantaranya bisa ditemukan di indonesia.Rinciannya sebagai berikut:

1.Ras  #sumatrana 

Persebarannya meliputi  Semenanjung Melayu,dataran tinggi Sumatera Barat dan Kalimantan Utara.

2.Ras  #vulcani 

Persebarannya meliputi  Jawa, Bali, dan Sunda Kecil (Lombok, Sumbawa, Flores).

3.Ras #annalisa 

Persebarannya terbatas hanya di Sulawesi Utara.

4.Ras #jugosae 

Persebarannya meliputi  Sulawesi, termasuk pulau Sula (Taliabu) dan Peleng .

5.Ras #pallidipectus 

Persebarannya meliputi  Bacan, Halmahera Barat Daya, di Maluku.

6. Ras #alifura  

Persebarannya terbatas hanya di Pulau Buru (Maluku Selatan).

7. Ras #negroides  

Persebarannya terbatas hanya di Pulau Seram (Maluku Selatan).

8.Ras #clarae  

Persebarannya meliputi  Timor dan Wetar.

9.Ras #audacis 

Persebarannya terbatas hanya di pulau Babar (Timor).

10.Ras #mjobergi

Persebarannya terbatas hanya di Kalimantan Selatan.

11.Ras #innexa 

Persebarannya di Taiwan.

12.Ras #annamensis 

Persebarannya di Langbian,Vietnam.

13.Ras #hyperythra 

Persebarannya terluas meliputi 
Himalaya,India (Assam, Arunachal Pradesh, Nagaland, Meghalaya, Manipur, Mizoram), Myanmar,Tiongkok (Xizang, Sichuan, Yunnan, Guangxi, Guangdong , Hainan),Thailand Utara  dan Indochina; musim dingin di ketinggian yang lebih rendah, ke Bangladesh dan Myanmar.

Status dan konservasi LC

Tidak terancam secara global (Least Concern).

Stupid Flycatcher 😱😱😱
Nama yang aneh 😁😁😁
Entah siapa dulu yang pertama kali menamakannya. 

Burung dengan nama resmi #Sikatan_Bodoh ini masuk ke dalam Family #Muscicapidae dengan Genus #Ficedula.

Mempunyai nama ilmiah #Ficedula_Hyperythra dan penamaan linggisnya #Snowy_Browed_Flycatcher(terjemahan "bodohnya" dari mana ya 😁)

Burung iniberukuran kecil antara 11–13 cm dengan berat  6–12 gram.

Habitat alaminya adalah hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis dan hutan pegunungan lembab subtropis atau tropis.hutan berdaun lebar primer yang lembab atau berlumut, atau yang mendukung daerah lembab, rumpun bambu dan jurang.

Musim berbiak bulan Maret – Oktober
Sarang dibangun burung jantan dan betina,berbentuk cangkir yang tidak rapi atau oval dengan pintu masuk samping, terbuat dari lumut, serat dan bulu tanaman halus.

Dapat ditemukan di Bangladesh, Bhutan, Kamboja, 
Cina, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanma,Nepal, Filipina, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Pemakan invertebrata kecil dan larva, termasuk lalat dipteran, laba-laba (Araneae), juga cacing tanah kecil.

Terdiri dari 13 subspesies/ras,10 ras diantaranya bisa ditemukan di indonesia.Rinciannya sebagai berikut:

1.Ras  #sumatrana 

Persebarannya meliputi  Semenanjung Melayu,dataran tinggi Sumatera Barat dan Kalimantan Utara.

2.Ras  #vulcani 

Persebarannya meliputi  Jawa, Bali, dan Sunda Kecil (Lombok, Sumbawa, Flores).

3.Ras #annalisa 

Persebarannya terbatas hanya di Sulawesi Utara.

4.Ras #jugosae 

Persebarannya meliputi  Sulawesi, termasuk pulau Sula (Taliabu) dan Peleng .

5.Ras #pallidipectus 

Persebarannya meliputi  Bacan, Halmahera Barat Daya, di Maluku.

6. Ras #alifura  

Persebarannya terbatas hanya di Pulau Buru (Maluku Selatan).

7. Ras #negroides  

Persebarannya terbatas hanya di Pulau Seram (Maluku Selatan).

8.Ras #clarae  

Persebarannya meliputi  Timor dan Wetar.

9.Ras #audacis 

Persebarannya terbatas hanya di pulau Babar (Timor).

10.Ras #mjobergi

Persebarannya terbatas hanya di Kalimantan Selatan.

11.Ras #innexa 

Persebarannya di Taiwan.

12.Ras #annamensis 

Persebarannya di Langbian,Vietnam.

13.Ras #hyperythra 

Persebarannya terluas meliputi 
Himalaya,India (Assam, Arunachal Pradesh, Nagaland, Meghalaya, Manipur, Mizoram), Myanmar,Tiongkok (Xizang, Sichuan, Yunnan, Guangxi, Guangdong , Hainan),Thailand Utara  dan Indochina; musim dingin di ketinggian yang lebih rendah, ke Bangladesh dan Myanmar.

Status dan konservasi LC

Tidak terancam secara global (Least Concern).

Sampel suara alam

https://www.xeno-canto.org/species/Ficedula-hyperythra